Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen ( cerita pendek )

Cinta Tak Sebening Embun



kupen ( kumpulan cerpen ) apakah cintaku sudah tak sebening embun ??




di pagi hari yang cerah, dan burung burung pun mulai bernyanyi


cit...cuiit..citt..cuiitt ... angin yang cepoy cepoy eh maksudnya sepoi sepoi hehe disambut dengan hangat nya mentari pagi, orang-orang pun mulai sibuk beraktifitas. ada yang lagi menyiapkan sarapan pagi, ada yang siap siap berangkat kesekolah, ada juga yang berangkat kerja.


hari ini adalah hari bahagia alfiah dan reza.dimana reza mengucap janji suci didepan penghulu.


semua turut bersuka cita .. hari demi hari terlewati dengan moment-moment yang bahagia,penuh dengan kasih sayang. setelah satu tahun menikah alfiah dan reza diberikan keturunan mereka mempunyai anak perempuan. yang diberi nama rachel. kebahagian mereka pun seolah olah bertambah dan begitu bahagia sekali.


Lima tahun kemudian…..


setelah lima tahun menikah keharmonisan keluarga kecil mereka pun sedikit memudar. alfiah pun merasa jenuh, merasa ada yang berubah dengan suaminya itu.


“ada apa dengan suamiku" dia berubah ya allah dia tak seromantis dulu? ucap alfiah didalam hati. alfiah di ponis mengidap kanker darah oleh dokter. dia tidak bercerita kepada suaminya bahwa dia mengidap kanker. suatu hari ketika alfiah diam diam pergi kerumah sakit dan suaminya sedang sibuk kerja alfiah tidak sengaja melihat suaminya itu sedang bergandengan tangan bersama wanita lain alfiah hanya bisa meneteskan air mata dari kejauhan. Kaget,kecewa,sakitt  tak bisa diucapkan dengan kata kata, hanya air matalah yang mampu meredakan semuanya.


“ya rabb, apakah keromantisan mas reza memudar ??” apakah cintaku sudah tak sebening embun dimata mas reza.


alfiah pun pergi dengan kesakitan yang ada di dalam hati dan didalam raganya. alfiah pun menunggu suaminya pulang.dengan rasa penuh kecewa, namun apalah daya alfiah tidak mau bertengkar ia hanya bisa menahan sakit, mencoba tersenyum walau hatainya terluka. Dan seolah-olah tak terjadi apa-apa.


“tok tok assalamulaikum”


“waalaikumsallam”eh ayah baru pulang. Mau minum apa ayah Tanya alfiah kepaada suaminya” “teh manis aja bun” jawab reza.


“ini silahkan diminum teh hangatnya” sambil menyodorkan secangkir the hangat.


“terimakasih ya sayang”. “ayah, ko pulangnya larut malem sih? Padahalkan ini hari sabtu biasanya kan setengah hari??” Tanya alfiah dengan penuh kelembutan.


“iya, soalnya tadi ada kerjaan banyak banget” jawab reza singkat.


ketika alfiah sedang membereskan tempat tidur, dan reza sedang berada di kamar mandi sedang membersihkan diri. alfiah tidak sengaja melihat handphone nya mas sreza ada pesan singkat dari nomer yang tidak ada namanya.


tett ..,tetttett.. “sayang aku kangen “.. besok siang jalan yak :*, aku tunggu ya ditempat biasa ?”


alfiah pun langsung menangis, menahan rasa sakit yang amat sangat sakit, namun alfiah pura-pura tidak mengetahuinya.


“mau kemana yah, serkarangkan hari minggu ?” Tanya alfiah sambil hatinya terisak-isak menahan kekecewaan”


“mau kerja, ada urusan mendadak” jawab reza dengan nada tinggi. “kepala aku pusing, yah, hari ini pengen ditemenin ayah”ucap alfiah lemas.


“alah paling pusing biasa, gak usah lebay deh kamu, minum obat warung juga langsung sembuh!” jawab reza ketus


“ya sudah, hati-hti ya” sambil mencium kening suaminya.


reza pun pergi kencan bersama wanita lain meninggalkan alfiah sedang menahan sakit kankernya.


“mbo hari ini aku mau sitirahat ya mbo, kepala aku dari tadi pusing banget” alfiah pun mulai melemas.


“ya sudah, neng istirahat aja biar mbo yang ngurus Rachel” jawab si mbo.


“iya mbo, aku udah ngga kuat mbo.


“kita kedoketer ya neng, biar saya telpon mas reza, biar nemenin neng” Tanya si mbo.


"ngga usah mbo, aku ngga mau ngerepotin suami aku, apalagi dia lagi kerja.


“neng biar mas reza tu kalo neng punya penyakit kanker”ucap si mbo


“jangan mbo, apalagi kalo dia sampe tau” jawab alfiah semakin melemas.”mbo kalo aku udah gak ada aku minta tolong jagain Rachel ya mbo, terus tolong kasihin surat ini untuk mas reza”.


Sepucuk surat berwarna biru, alfiah titipkan kepada si mbo.


“neng ko ngomongnya begitu, neng pasti sembuh ko.mbo yakin pasti neng kuat”..


Alfiah pun menghembuskan nafas terakhirnya,


“neng neng sadar neng... innailahiwainailahirajiun .. Huhhuhuhu, neng jangan tinggalin mbo,” sambil terisak-isak.


Handphone reza pun bernunyi,, negnengnongneng…nengnengnongneng


“assalamualaikum”... ucap si mbo.


“waalaikum salam, kenapa mbo, ko nangis begitu??” Tanya reza ke si mbo.


“anu…anuuu…pak, neng alfiah” sambil terbata-bata.


“iya, kenapa ?” dia kenapa mbo ?”tanya reza kesal.


“neng alfiah meninggal pak” sambil mengis terisak-isak.


“aaaaaaaaaaaaaaaaaappaaa ?? “jangan becanda mbo!


“iya bener pak, masa si mbo bohong.


“yasudah, sebentar lagi saya pulang.


Tuttt.tuuttt…tut


di perjalanan reza diselimuti dengan penyesalan. Selama ia diperjalanan ia mnangis terisak-isak.


“Sayang maafin aku, aku gak ada disaat kamu butuh, maafin aku sayang udah buat kamu seperti ini”ucap dalam hati reza.


setiba dirumah reza pun membuka penutup jenazah, dan mencium keningnya.


“sayang maafin aku sayang, ketika kamu mengeluh kesakitan aku malah pergi bersama wanita lain” ucap reza ditelinga alfiah.


“mboo aku bodoh mbo, aku bodoh” membiarkan istri aku sendiri menahan kesakitannya sendiri.


“sabar pak, jangan menyalahkan diri sendiri, semua ini sudah takdir tuhan”


memang sudah beberapa bulan yang lalu dia mengidap kanker darah. Mbo pun memberitahu reza secara rinci.,


“apaa mbo? “ kanker ?? “kenapa mbo gak bilang ?”


“neng alfiah melarang mbo untuk bilang” oh iya, sebelum menutup mata neng alfiah menitipkan surat ini, untuk bapak.


“apa ini mbo ?”


Tanya reza penasaran.


“baca aja pak, si mbo tidak membacanya karena ini untuk bapak.


Isi surat berwana biru ..


assalamualaikum suamiku tercinta..


“maafkan atas kesalahan ku sebagai seorang istri yang masih banyak kekurangan. mas aku titip rachel ya mas, jaga dia baik baik. didik dia agar menjadi wanita yang solehah. maaf kan aku mungkin cintaku dimatamu sudah tak sebening embun.. semoga mas bahagia bersama wanita baru mas. Aku tau mas jalan bersama wanita lain, aku ikhlas mas, asalkan mas bahagia. Aku tau mas sebenarnya hari ini mas pergi bersama wanita itu, Maafkan aku mas karena sudah tidak sopan, membaca messages mu, seharusnya aku tidak seperti itu” TOLONG JAGA ANAK KITA YA MAS :*


sekian ~~~~


mohon maaf bila ada kesamaan nama ini hanya cerita fiktif belaka :P wkwkwkw hahaha hohoho
Cinta Tak Sebening Embun Cinta Tak Sebening Embun Reviewed by Unknown on 9:32 PM Rating: 5

No comments :